DRAMA "DULU DI RAMA SEKARANG DI HATI"
DULU DI RAMA SEKARANG DI HATI
NARASI
SETTING CERITA
Drama : Dulu di Rama
Sekarang Di Hati
Ilustrasi: ASM Kelas
Madya
Cerita : Matius 2: 16-18 (“Pembunuhan anak-anak di
betlehem”)
Kesan Cerita: Cerita ini mengisahkan tentang walau di tengah
dunia yang penuh tangisan saat itu semua itu terjadi agar genaplah firman Tuhan
yang di sampaikan oleh nabi-nabi bahwa kedatangan Raja Damai akan membawah damai bagi semua orang saat itu.
Pesan: Jika di rama bisa menyambut Raja Damai dalam
tangisan dan ratap begitupun kami bisa menyambut Natal walau di tengah badai,
tangisan, ratapan namun penyertaan Tuhan itu Sempurna walau di tengah badai kami hanya bersyukur bahwa arti
kehadiran-Mu sangat Istimewah di hati. Mengundang Ucapan Syukur Yang tiada batas.
ALUR CERITA
Narator: Ketika Herodes tahu bahwa ia telah
diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah lalu ia menyuruh
membunuh semua anak di betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur
dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat di ketahuimya dari
orang-orang majus itu sesuai dengan waktu yang dapat di ketahui dari
orang-orang majus itu.
Raja Herodes: Marah (mukanya marah dan tangan di
kepal)
Prajurit :
Ada apa Raja Herodes
Raja Herodes : Sekarang pergola membunuh semua anak
bayi di bawah umur 2 tahun di kota
betleham
Prajurit : Siap! Raja Herodes
Para Ibu-Ibu Betlehem : Menangis, meratap (Bersuara)
Prajurit : Ayo kami buang semua anak-anak bayi ini
Narator : Dengan demikian genaplah Firman yang
disampaikan oleh nabi Yeremia. “Terdengarlah suara di rama, tangis dan tatap
yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab
mereka tidak ada lagi.
2000 tahun kemudian ………..hingga sekarang,
Ada dua orang perempuan
mereka adalah anak sekolah minggu yang bercakap-cakap mengenai natal pada tahun
2020 ini sambil mereka menyusuri jalan setapak siang itu.
ASM FANNY : Eh
Mel, ko tahu kisah di rama yang dalam Alkitab yang dalam Alkitab Apa?
ASM MELDA :
yang ada dalam Alkitab mana?
ASM FANNY :
Matius 2: 16-18
ASM MELDA :
Oh, ia saya tahu fan, kenapa jadi?
ASM FANNY :
Ah tidak Mel, saya kalau baca ayat itu, sa sedih kenapa ? ah dulu di rama
mereka menangis
karena bumi sedang kedangan Raja Damai, tetapi sekarang
tidak.
ASM MELDA :
Sekarang kenapa fanny?
ASM FANNY
: Melda, natal sekarang ini rasanya hampa, sunyi bumi sedang berduka dan
tangisan bena-benar
terdengar dan ribuan bahkan jutaan nyawa hilang
seketika. Saya
rasa sedih melda.
ASM MELDA
: Ih..Benar juga fann saya juga rasa sedih.
ASM FANNY
: Mel, kami bersyukur jika kami ada sampai saat ini di akhir tahun
ini.bisa
menikmati natal bersama mama, bapa kaka adik dan semua keluarga
Tuhan yesus Baik
buat kami
ASM MELDA
:Ia. Tuhan Yesus Baik.
ASM FANNY
: Oh ia Mel sore ini ada doa Sore di gereja, ayoo…kami panggil mereka
di
Sana.
ASM MELL DAN FANN: teman-teman mari ayoo mari kita
ke gereja …untuk doa sore.
ASM –ASM : ayo-ayo teman-teman
KAKA PENGASUH : Mari adik-adik saat sore hari ini
kami akan berdoa bersama tentang
pertumbuhan
iman kepercayaan kami kepada Tuhan, Bumi
yang sedang
di landah
wabah, orang tua, keluarga, masa depan kami.
KAKA PENGASUH
: Ade-ade ku silahkan pulang masing-masing ke rumah ya! Doa kami
sudah
selesai. Tuhan Yesus memberkati!
KISAH DI RAMA Dan KISAH DI BUMI HARI INI adalah kisah yang sama untuk ribuan tangisan,
untuk ribuan ratapan tetapi semua di rama untuk menjelaskan dan mengumandangkan
kedatangan Raja Damai. di bumi saat ini
untuk ribuan tangisan, ribuan ratapan hanya karena wabah yang mengisyaratkan kedangan
Tuhan Hampir datang selayaknya kisah di Rama untuk menubuatkan Firman Tuhan.

Komentar
Posting Komentar